Senin, 11 Februari 2019

makalah unsur periode ketiga


MAKALAH
“UNSUR PERIODE KETIGA”





Kelompok 6
Kelas XII IPA 5

Disusun Oleh :
MUSAIDATUL MAINAH
FARADILLA
NUR AULIA
AINUN JARIA
GILANG RAMADHAN
SULKIFLI K HAMIRI


                                  




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah kimia ini dengan judul “Unsur Periode Ketiga”. Makalah ini, disusun guna memenuhi tugas Kimia.
Dengan  penyusunan  makalah  ini  diharapkan agar temanteman dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang unsur – unsur kimia khususnya unsur periode ketiga, dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perolehan hasil belajar.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk meningkatkan kualitas makalah ini.


Ampana, 3 November 2018

Penyusun




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................................  ii
BAB  I  PENDAHULUAN.............................................................................................. 1
A.          Latar Belakang........................................................................................................ 1
B.           Rumusan Masalah................................................................................................... 1
C.          Tujuan...................................................................................................................... 1
BAB  II  PEMBAHASAN ...............................................................................................  2
A.          Macam – Macam Unsur Perioda Ke-Tiga............................................................. 2
B.           Tren Periodik........................................................................................................... 8
C.          Sifat Fisik dan Kimia Unsur Periode Ketiga ........................................................  9
1.            Sifat Fisik Unsur Periode Ke Tiga................................................................ 9
2.            Sifat Kimia Unsur Periode Ke Tiga .............................................................  10
D.          Pengujian Unsur- Unsur Periode Ke Tiga ...........................................................  12
E.           Proses Pembuatan Unsur Periode Ke Tiga........................................................... 14
F.           Aplikasi dari Unsur Periode Ketiga Dalam Kehidupan Sehari-hari.................. 15
BAB  III  PENUTUP .......................................................................................................  18
A.          Kesimpulan............................................................................................................... 20
B.           Saran......................................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 21




BAB I

PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
                   Dialam banyak terkandunng berbagai macam unsur, salah satunya Unsur Periode Ke Tiga yang terdiri dari logam (Natrium, Magnesium, dan Aluminium), Metaloin (Silikon), dan nonlogam (Fosforus, Sulfur, Klorin, dan Argon). Unsur-unsur pada golongan sama, baik logam maupun nonlogam memiliki kemiripan meskipun dengan kadar sifat yang berbeda.
                   Kemiripan sifat tersebut disebabkan adanya kesamaan jumlah elektron valensi yang dimiliki oleh unsur-unsur tersebut, sedangkan perbedaan kadar sifat disebabkan oleh perbedaan jari-jari atom yang mengimbas pada sifat-sifat atomik lainnya .
                   Lain halnya dengan unsur-unsur yang terletak pada periode sama dan memiliki jumlah elektron berbeda. Unsur - unsur ini memperlihatkan perubahan sifat secara beraturan

B.       Rumusan Masalah
1.      Apa saja unsur-unsur periode yang ada di alam?
2.      Jelaskan sifat fisik dan kimia unsur periode ketiga?
3.      Bagaimana cara menguji unsur-unsur periode ketiga?
4.      Apa saja manfaat dari unsur periode ketiga?

C.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa saja unsur periode ke tiga di alam.
2.      Untuk mengetahui sifat, kegunaan dan cara pembuatan.
3.      Agar siswa lebih memahami tentang unsur periode ketiga.


BAB II
PEMBAHASAN

A.          Macam – Macam Unsur Perioda Ke-Tiga
Unsur periode ketiga dalam sistem periode unsur terdiri dari delapan unsur yaitu Natrium (Na), Magnesium (Mg), Aluminium (Al), Silikon (Si), Fosfor (P), Sulfur (S), Klorin (Cl) dan Argon (Ar). Unsur tersebut terletak dalam golongan yang berlainan, berikut tabel mengenai letak unsur periode 3;
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
Ar
Logam
Metaloid
Nonlogam
Gas mulia
IA,IIA,IIIA
IVA
VA,VIA,VIIA
VIIIA
Gambar unsur periode 3.
1.            Natrium
Natrium  adalah  suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Na dan nomor atom 11. Na adalah sebuah logam lunak berwarna putih keperakan dan anggota logam alkali; satu-satunya isotop stabilnya adalah 23Na. Merupakan unsur melimpah yang terdapat dalam sejumlah mineral seperti feldspar, sodalit dan garam batu. Banyak garam natrium sangat mudah larut dalam air dan oleh karenanya terdapat dalam jumlah signifikan dalam badan air bumi. Kelimpahan terbesar dalam laut sebagai natrium klorida.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/27/Na_%28Sodium%29.jpg/200px-Na_%28Sodium%29.jpg
Banyak senyawa natrium yang berguna, seperti natrium hidroksida (soda api) untuk pembuatan sabun, dan natrium klorida sebagai pencair es dan nutrisi.
Logam bebasnya, natrium elementer, tidak terdapat di alam tetapi harus dibuat dari senyawanya. Unsur natrium pertama kali diisolasi oleh Humphry Davy pada tahun 1807 melalui elektrolisisnatrium hidroksida. Ion yang sama juga merupakan komponen banyak mineral, seperti natrium nitrat.
2.            Magnesium
Magnesium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mg dan nomor atom 12. Magnesium (simbol Mg) adalah sebuah logam alkali tanah dengan bilangan oksidasi +2. Mg merupakan unsur paling melimpah kedelapan dalam kerak bumi[2] dan kesembilan dalam alam semesta.[3][4] Magnesium adalah unsur paling umum keempat di muka Bumi (setelah besi, oksigen dan silikon), menyusun 13% dari massa planet dan fraksi besar mantel planet. Kelimpahan relatif magnesium berhubungan dengan kenyataan bahwa ia mudah terbentuk dalam bintang supernova dari penambahan sekuensial tiga inti helium kepada karbon (yang pada gilirannya terbuat dari tiga inti helium). Oleh karena ion magnesium memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, ia merupakan unsur paling melimpah ketiga yang terlarut dalam air laut.[5]
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3f/Magnesium_crystals.jpg/200px-Magnesium_crystals.jpg
Unsur bebasnya (logam) tidak ditemukan secara alami di bumi, karena sifatnya yang sangat reaktif (meskipun dapat diproduksi, ia segera terlapisi oleh lapisan tipis oksidanya [lihat pasivasi], yang melindungi sebagian reaktivitasnya). Logam bebasnya terbakar dengan karakteristik cahaya putih cemerlang, membuatnya berguna sebagai bahan pengisi suar. Logam ini sekarang diperoleh melalui elektrolisis garam magnesium yang didapat dari air garam. Secara komersial, penggunaan utama logam ini sebagai campuran untuk membuat logam paduan aluminium-magnesium, kadang-kadang disebut "magnalium" atau "magnelium". Karena massa jenis magnesium lebih kecil daripada aluminium, aloy ini dihargai sesuai dengan bobot dan kekuatan relatifnya.
Ion magnesium berasa masam, dan dalam konsentrasi rendah memberi rasa getir pada air mineralsegar.
3.            Aluminium
Aluminium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Al dan nomor atom 13. Aluminium adalah logam putih keperakan anggota dari golongan boron dan merupakan logam pasca transisi. Ia tidak larut dalam air dalam kondisi normal. Aluminium adalah unsur ketiga paling melimpah (setelah oksigen dan silikon), dan logam paling melimpah dalam kerakbumi. Aluminium menyusun sekitar 8% dari berat permukaan padat bumi. Logam aluminium terlalu reaktif secara kimia untuk berada dalam kondisi alaminya. Sebaliknya, ia dijumpai tergabung dalam lebih dari 270 mineral yang berbeda.[6]Bijih utama aluminium adalah bauksit.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5d/Aluminium-4.jpg/200px-Aluminium-4.jpg
Aluminium adalah logam yang mengagumkan karena massa jenisnya yang rendah dan kemampuannya menahan korosi karena fenomena pasivasi. Komponen yang terbuat dari aluminium dan aloynya merupakan struktur vital untuk industri pesawat terbang dan penting untuk bahan struktur dalam bidang transportasi lainnya. Senyawa-senyawa aluminium yang paling bermanfaat, setidaknya berdasarkan beratnya, adalah senyawa oksida dan sulfat aluminium.
4.            Silikon
Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan nomor atom 14. Silikon adalah sebuah metaloidtetravalen. Ia kurang reaktif dibandingkan analognya, karbon, nonlogam yang terletak tepat di atasnya dalam tabel periodik, tetapi lebih reaktif daripada germanium, metaloid yang berada tepat di bawahnya dalam tabel periodik. Kontroversi berkenaan dengan karakter silikon dimulai sejak ditemukannya: silikon pertama kali dibuat dan dianalisis karakternya dalam bentuk murni pada tahun 1824, dan diberi nama silisium (dari bahasa Latin: silicis, batu api), ditambah akhiran -ium untuk menunjukkan sebuah logam. Namun, nama finalnya, yang diajukan pada tahun 1831 merefleksikan sifat fisik yang sama dengan unsur karbon dan boron.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e9/SiliconCroda.jpg/200px-SiliconCroda.jpg
Silikon adalah unsur umum dalam alam semesta berdasarkan massa, tetapi sangat jarang terdapat dalam bentuk unsur murni bebas di alam. Ia kebanyakan terdistribusi dalam debu, pasir, planetoid, dan planet sebagai beragam bentuk silikon dioksida (silika) atau silikat. Lebih dari 90% kerak bumi tersusun dari mineral silikat, menjadikan silikon unsur kedua paling melimpah dalam kerak bumi (sekitar 28% dari massa) setelah oksigen.[7]
Sebagian besar silikon digunakan secara komersial tanpa pemisahan, dan tentu saja sering hanya dengan sedikit pemrosesan senyawa alami. Ini termasuk penggunaan tanah liat, pasir silika, dan batu langsung oleh industri. Silika digunakan untuk bata keramik. Silikat digunakan dalam semen Portland untuk lumpang dan plesteran (stucco), dan dikombinasikan dengan pasir silika dan kerikil, untuk membuat beton. Silikat juga digunakan dalam keramik putih seperti porselin, dan dalam gelas kuarsa tradisional. Senyawa silikon yang lebih modern seperti silikon karbida membentuk keramik kasar dan berkekuatan tinggi. Silikon merupakan dasar dari polimer sintetis berbasis silikon yang sangat terkenal: silicone.
Silikon elementer juga memiliki dampak besar dalam ekonomi dunian modern. Meskipun sebagian besar silikon bebas digunakan dalam pengilangan baja, pengecoran aluminium, dan industri kimia halus (seringkali untuk pembuatan silika berasap), silikon dengan kemurnian sangat tinggi yang digunakan dalam semikonduktor elektronik (<10%), meski porsinya relatif kecil tetapi mungkin lebih kritikal. Oleh karena penggunaan silikon dalam sirkuit terintegrasi, pondasi dari komputer, tidak mengherankan teknologi modern bergantung kepadanya.
5.            Fosforus
Fosforus adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang P dan nomor atom 15. Fosforus adalah sebuah nonlogam multivalen dari golongan nitrogen. Sebagai mineral, fosforus hampir selalu hadir dalam tingkat oksidasi maksimalnya, sebagai batuan fosfat anorganik. Fosforus elementer terdapat dalam dua bentuk utama—fosforus putih dan fosforus merah—tetapi karena kereaktivannya yang tinggi, fosforus tidak pernah dijumpai sebagai unsur bebas di bumi.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/PhosphComby.jpg/300px-PhosphComby.jpg
Bentuk fosforus elementer pertama yang diproduksi (fosforus putih, tahun 1669) memancarkan cahaya lemah saat terpapar oksigen — sehingga namanya diberikan dari mitologi Yunani, Φωσφόρος yang berarti "pembawa cahaya" (Latin Lucifer), merujuk kepada "Bintang Pagi", planet Venus. Meskipun istilah "fosforesensi", yang berarti bercahaya setelah iluminasi (disinari), diturunkan dari sifat fosforus ini, pendaran fosforus dihasilkan dari oksidasi fosforus putih (tidak terjadi pada fosforus merah) dan seharusnya disebut kemiluminesensi. Fosforus juga merupakan unsur paling ringan yang mudah membentuk zat stabil perkecualian dari kaidah oktet.
Sebagian besar senyawa fosforus digunakan sebagai pupuk. Aplikasi lain meliputi peran senyawa organofosforus dalam deterjen, pestisida dan zat saraf, serta korek api.[8]
6.            Belerang
Belerang adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang adalah nonlogammultivalen dan melimpah. Pada kondisi normal, atom belerang membentuk molekul oktatomik siklis dengan rumus kimia S8. Belerang elementer berupa kristal padat berwarna kuning terang pada temperatur kamar. Secara kimia, belerang dapat bereaksi baik dengan oksidator maupun reduktor. Ia mengoksidasi hampir sebagian besar logam dan beberapa nonlogam, termasuk karbon, yang membuatnya bermuatan negatif dalam hampir semua senyawa organosulfur, tetapi mereduksi beberapa oksidator kuat, seperti oksigen dan fluor.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/44/Sulfur-sample.jpg/200px-Sulfur-sample.jpg
Di alam, belerang dapat dijumpai sebagai unsur murni serta sebagai mineral sulfida dan sulfat. Kristal belerang elementer sangat dikejar oleh kolektor mineral karena bentuk polihedronnya disertai kecerahan warnanya. Melimpah dalam bentuk alaminya, belerang telah dikenal sejak zaman purba, penggunaannya disebut dalam Yunani, Tiongkok dan Mesir kuno. Asap belerang digunakan sebagai fumigan, dan campuran obat mengandung belerang digunakan sebagai balsem dan antiparasit.
Belerang disebut dalam Alkitab dengan sebutan brimstone dalam bahasa Inggris, yang merupakan nama yang masih digunakan dalam istilah awam.[9] Belerang ditengarai cukup penting sehingga memperoleh simbol alkimia tersendiri. Belerang diperlukan untuk pembuatan serbuk mesiu hitam berkualitas prima, dan serbuk kuning cerah yang diramalkan oleh para alkimiawan mengandung beberapa sifat emas, yang mana mereka begitu bernafsu mensintesis emas darinya. Pada tahun 1777, Antoine Lavoisier membantu meyakinkan komunitas ilmiah bahwa belerang adalah unsur dasar, dan bukan suatu senyawa.
Belerang elementer pertama kali diekstraksi dari kubah garam yang kadang-kadang terdapat dalam bentuk hampir murni, tetapi metode ini telah usang sejak akhir abad ke-20. Sekarang, hampir semua belerang elementer diproduksi sebagai produk sampingan hasil pemisahan kontaminan yang mengandung belerang dari gas alam dan minyak bumi. Penggunaan unsur belerang terutama dalam pupuk, karena kebutuhan tanaman akan unsur ini relatif tinggi, dan dalam pabrikasi asam sulfat, suatu industri kimia utama. Penggunaan lain yang cukup terkenal adalah korekapi, insektisida, dan fungisida. Banyak senyawa belerang berbau menyengat seperti bau gas alam, aroma sigung, jeruk bali, dan bawang karena kandungan senyawa belerang. Hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh organisme hidup memberi bau karakteristik pada telur busuk dan proses biologi lainnya.
7.            Klor
Klor adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cl dan nomor atom 17. Ia merupakan halogen paling ringan kedua, yang dijumpai dalam tabel periodik dalam golongan 17. Unsur ini membentuk molekul diatomik pada kondisi standar, yang disebut diklorin. Ia mempunyai afinitas elektron tertinggi dan elektronegativitas ketiga tertinggi di antara seluruh unsur. Berdasarkan alasan ini, klor adalah oksidator kuat.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f4/Chlorine_ampoule.jpg/200px-Chlorine_ampoule.jpg
Senyawa klor yang paling umum adalah natrium klorida, yang telah dikenal sejak zaman purba; namun baru pada tahun 1630 gas klor diperoleh oleh kimiawan sekaligus fisikawan Belgia Jan Baptist van Helmont. Sintesis dan penentuan sifat klor elementer dilakukan pada tahun 1774 oleh kimiawan Swedia Carl Wilhelm Scheele, yang menyebutnya "dephlogisticated muriatic acid air". Ia mengira telah mensintesis oksida yang diperoleh dari asam klorida, karena saat itu asam diduga selalu mengandung oksigen. Sejumlah kimiawan, termasuk Claude Berthollet, menyarankan bahwa dephlogisticated muriatic acid air versi Scheele seharusnya merupakan kombinasi dari oksigen dengan suatu unsur yang belum diketahui, dan Scheele memberi nama unsur baru dalam oksida ini sebagai muriaticum. Masukan bahwa gas yang baru diketemukan ini adalah sebuah unsur sederhana diajukan oleh Joseph Louis Gay-Lussac dan Louis-Jacques pada tahun 1809. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1810, dengan menamakannya klor, dari bahasa Yunani: χλωρος (chlōros), yang berarti "hijau-kuning".
Klor adalah komponen dari beragam senyawa, termasuk garam dapur. Ia merupakan halogen paling melimpah kedua dan unsur kimia paling melimpah ke-21 dalam kerak bumi. Potensial oksidasi klor yang besar membuatnya digunakan sebagai pemutih dan disinfektan, selain digunakan sebagai pereaksi penting dalam industri kimia. Sebagai disinfektan, senyawa klorin umum digunakan dalam kolam renang untuk menjaga kebersihan dan sanitasi kolam renang. Pada atmosfer atas, molekul yang mengandung klor seperti klorofluorokarbon memberi dampak pada penipisan lapisan ozon.
8.            Argon
Argon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ar dan nomor atom 18. Ia merupakan unsur ketiga dalam golongan 18 tabel periodik (gas mulia). Argon adalah adalah gas paling umum ketiga dalam atmosfer bumi, dengan kadar 0,93%, menjadikannya lebih melimpah daripada karbon dioksida. Hampir semua argon adalah radiogenik. Argon-40 dihasilkan dari peluruhan kalium-40 dalam kerak bumi. Di jagat raya, argon-36 sejauh ini merupakan isotop argon yang paling banyak, menjadikannya isotop argon yang paling banyak diproduksi melalui nukleosintesis stelar dalam supernova.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/87/Argon_discharge_tube.jpg/200px-Argon_discharge_tube.jpg
Nama "argon" diturunkan dari bahasa Yunani: ''αργον'' yang berarti "malas" atau "sesuatu yang tidak aktif", merujuk pada kenyataan bahwa unsur ini hampir tidak pernah mengalami reaksi kimia. Oktet lengkap (delapan elektron) pada kulit atom terluarnya membuat argon stabil dan resisten terhadap ikatan dengan unsur lain. Temperatur titik tripelnya adalah 83,8058 K yang merupakan titik pasti sebagai definisi dalam Skala Temperatur Internasional 1990 (International Temperature Scale of 1990)
Argon diproduksi secara industri melalui distilasi fraksiudara cair. Argon banyak digunakan sebagai gas penopeng inert dalam pengelasan dan proses industri bertemperatur tinggi lainnya ketika bahan-bahan yang tak reaktif menjadi reaktif; misalnya, atmosfer argon digunakan dalam tanur listrik grafit untuk mencegah terbakarnya grafit. Gas argon juga digunakan dalam lampu pijar dan lampu pendar, dan beberapa jenis tabung pelepasan lainnya. Argon membuat laser gas biru-hijau menjadi istimewa.
B.           Tren Periodik
Konfigurasi elektron Natrium adalah 2, 8, 1.NATRIUMKonfigurasi elektron Magnesium adalah 2, 8, 2.MAGNESIUMKonfigurasi elektron Aluminium adalah 2, 8, 3.ALUMINIUM
Konfigurasi elektron Silikon adalah 2, 8, 4.SILIKON     Konfigurasi elektron Fosforus adalah 2, 8, 5.FOSFOR        Konfigurasi elektron Belerang adalah 2, 8, 6.BELERANG
Konfigurasi elektron Klorin adalah 2, 8, 7.KLOR           Konfigurasi elektron Argon adalah 2, 8, 8.ARGON




C.          Sifat-sifat Unsur Periode Ketiga
1.      Sifat Fisik Unsur Periode Ketiga
            Data sifat periodic unsur-unsur periode ketiga
Sifat Senyawa
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
Ar
Nomor atom
11
12
13
14
15
16
17
18
Elektron valensi
35
352
3523p1
352p32
3523p3
3523p4
3523p5
3523p6
Jari-jari atom
1,86
1,60
1,43
1,17
1,10
1,04
0,99
0,97
Energi ionisasi(Kj/ma)
495,8
737,7
577,6
786,4
1011,7
999,6
1251,1
1520,4
Keelektronegatifan
0,93
1,31
1,61
1,90
2,19
2,58
3,16
-
Titik leleh (0C)
97,81
648,8
660,37
1,410
44,1
119,0
-100,98
-189,2
Titik didih
903,8
1,105
2467
2,355
280
44,67
-34,6
-185,7

Keterangan :
1.      Jari – jari semakin kecil
2.      Energi ionisasi semakin besar namun tidak teratur Hal ini disebabkan karena bertambahnya muatan inti, sehingga daya tarik inti terhadap elektron terluar makin besar.
3.      Keelektronegatifannya semakin besar
4.      Titik didihnya semakin tinggi sampai Si, kemudian turun lagi.
·         Natrium magnesium dan alumunium mempunyai ikatan logam. Seiring dengan bertambahnya jumlah elektro valensi, kekuatan ikatan logan meningkatdari natrium hingga alumunium. Oleh karena itu titik didih dan titik cair meningkat.
·         Silikon mempunyai kovalen struktur raksasa (seperti intan), setiap atom silikon terikat secara kovalen pada empat atom silikon. Zat dengan struktur kovalen raksasa mempunyai titik leleh serta titik didih yang sangat tinggi.
·         Fosforus, belerang, klorin, dan argon terdiri dari molekul-molekul non polar, sehingga hanya di kukuhkan oleh gaya van der waals yang relatif lemah oleh karena itu, titik leleh serta titik didihnya relatif rendah. 
5.      Reduktornya (pereduksinya) semakin lemah
Oksidatornya (pengoksidasinya) semakin kuat.
Na"reduktor kuat :  
·         Sanggat reaktifterhadap air
·         Eo besar dan negatif, dan
·         Energi ionisasi kecil
6.      Na, Mg, dan Al sebagai konduktor.
Si, P, S, dan Cl sebagai isolator.
7.      keasaman semakin kuat.
HClO4  > H2SO4 > H3PO4> H2SiO3
8.      sifat basanya semakin lemah
NaOH > Mg(OH)2>Al(OH)3
                                                                                                                        
Berdasarkan tabel tersebut, kita dapat mengetahui bahwa dari kiri ke kanan, jumlah elektron valensi semakin banyak, sedangkan jumlah kulitnya tetap. Akibatnya, jari-jari atom semakin kecil sehingga semakin sukar melepaskan elektron (ionisasinya semakin besar). Harga keelektronegatifan unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar dan sebaliknya, harga keelektropositifan semakin kecil. Unsur Na, Mg, Al, Si, P, S berwujud padat pada suhu kamar karena unsur-unsur tersebut memiliki harga (t.l) dan (t.d) di atas suhu ruangan (di atas 250C). Sedangkan unsur Cl dan Ar berwujud gas karena memiliki (t.l) dan (t.d) di bawah suhu ruangan. Dalam periode ketiga, letak logam disebelah kiri, makin ke kiri sifat logam semakin reaktif, Na >Mg> Al. Jadi Na paling reaktif.

2.      Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga
Unsur – unsur periode ketiga memiliki keteraturan sifat secara berurutan dari kiri kekanan sebagai berikut :
a.       Sifat Pereduksi dan Sifat Pengoksidasi
Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan sifat pengoksidasi unsur - unsur periode ke tiga ini dapat anda lihat dari harga potensial reduksinya.
Table potensial reduksi standart unsur-unsur periode ketiga.
Sifat Senyawa
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
Ar

-2,711
-2,375
-1,706
-0,13
-0,276
-0,508
+1,358
-

Dari kiri ke kanan unsur periode ketiga memiliki harga potensial reduksi 5 standart yang semakin positif sehingga sifat pereduksinya semakin berkurang dan sifat pengoksidasinya semakin bertambah.
Natrium merupakan pereduksi yang reaktif terhadap air. Sifat pereduksi magnesium lebih lemah dibandingkan natrium. Sehingga logam Mg hanya dapat bereaksi dengan air panas.
Contoh :
2Na (5) + 2HO (l) 2Na OH (ag) + H2 (g)
Sedangkan silicon memiliki sifat pereduksi lebih lemah dibandingkan aluminium sehingga silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat, seperti oksigen dan klorin.
Contoh :
Si (5) + O2 (g) →Si O2(5)
b.      Sifat Logam dan Nonlogam
Unsur-unsur periode ketiga, seperti Na, Mg, dan Al merupakan unsur logam, sedangkan unsur-unsur P, S, dan Cl merupakan unsur nonlogam. Adapun Si merupakan unsur yang memiliki sifat peralihan antara unsur logam dan nonlogam sehingga disebut unsur metalloid (semi logam). Argon (Ar) termasuk golongan gas mulia yang bersifat insert (sulit bereaksi) sehingga tidak dibahas lebih lanjut dalam bab ini.
c.       Sifat Asam-Basa
Sifat asam berkaitan dengan sifat non logam,sedangkan sifat basa berkaitan dengan logam. Sifat basa atau sifat asam dari suatu unsur bergantung pada konfigurasi electron dan harga ionisasi unsur - unsur tersebut.
·         Sifat Basa
Dari kiri ke kanan, unsur - unsur periode ketiga memiliki harga ionisasi yang semakin besar sehingga semakin sukar melepas electron. Penyebabnya electron Dari unsur tersebut akan kurang tertarik kea rah atau oksigen sehingga kecenderungan untuk membentuk ion OH menjadi berkurang.
Contoh : M – OH→ M+ + OH-
Jadi, dari kiri kekanan sifat basa usnur periode ketiga semakin lemah.
·         Sifat Asam
Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar sehingga semakin mudah menarik electron dari atom oksigen. Jadi dari kiri ke kana sifat asam unsur periode ketiga semakin kuat.
Contoh : M – OH →MO- + H+
Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu : asam siukat (H2SiO3) asam fosfat (H3DO4) asam sinfat (H2SO4) dan asam paklorat (HCO4). Senyawa H2SiO3 merupakan asam sangat lemah sehingga mudah terurai menjadi senyawa SiO2 dan H2O.




D.          Pengujian Unsur – Unsur Periode Ketiga
1.      Reaksi dengan Air
a.       Natrium
Natrium mengalami reaksi yang sangat eksoterm dengan air dingin menghasilkan hidrogen dan larutan NaOH yang tak berwarna.
b.      Magnesium
Magnesium mengalami reaksi yang sangat lambat dengan air dingin, tetapi terbakar dalam uap air. Lempeng magnesium yang sangat bersih dimasukkan ke dalam air dingin akhirnya akan tertutup oleh gelembung gas hidrogen yang akan mengapungkan lempeng magnesium ke permukaan. Magnesium hidroksida akan terbentuk sebagai lapisan pada lempengan magnesium dan ini cenderung akan menghentikan reaksi. Magnesium terbakar dalam uap air dengan nyala putih yang khas membentuk magnesium oksida dan hidrogen.
c.       Aluminium
Serbuk alumunium dipanaskan dalam uap air menghasilkan hidrogen dan alumunium oksida. Reaksinya berlangsung relatif lambat karena adanya lapisan alumunium oksida pada logamnya, membentuk oksida yang lebih banyak selama reaksi.
d.      Silicon
Terdapat beberapa perbedaan dalam beberapa buku atau web mengenai bagaimana reaksi silikon dengan air atau uap air. Sebenarnya hal ini tergantung pada silikon yang digunakan. Umumnya silikon abu-abu yang berkilat dengan keadaan agak seperti logam hampir tidak reaktif. Banyak sumber menyatakan bahwa bentuk silikon ini bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi menghasilkan silikon dioksida dan hidrogen. Tapi juga mungkin untuk membuatnya menjadi bentuk silikon yang lebih reaktif yang akan bereaksi dengan air dingin menghasilkan produk yang sama.
e.       Fosfor dan sulfur
Fosfor dan sulfur tidak bereaksi dengan air.
f.       Klor
Klor dapat larut dalam air untuk beberapa tingkat membentuk larutan berwarna bijau. Terjadi reaksi reversibel (dapat balik) menghasilkan asam klorida dan asam hipoklorit.

2.      Reaksi dengan Oksigen
a.       Aluminium
Alumunium akan terbakar dalam oksigen jika bentuknya serbuk, sebaliknya lapisan oksidanya yang kuat pada alumunium cenderung menghambat reaksi.
Jika kita taburkan serbuk alumunium ke dalam nyala bunsen, maka akan kita dapatkan percikan. Alumunium oksida yang berwana putih akan terbentuk.


b.      Silikon
Silikon akan terbakar dalam oksigen jika dipanaskan cukup kuat. Dihasilkan silikon dioksida.
c.       Fosfor
Fosfor putih secara spontan menangkap api di udara, terbakar dengan nyala putih dan menghasilkan asap putih campuran fosfor (III) oksida dan fosfor (V) oksida.
Proporsinya bergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Dengan oksigen berlebih, produk yang dihasilkan hampir semuanya berupa fosfor (V) oksida. Untuk fosfor (III) oksida: Untuk fosfor (V) oksida:
d.      Sulfur
Sulfur terbakar di udara atau oksigen dengan pemanasan perlahan dengan nyala biru pucat. Ini menghasilkan gas sulfur dioksida yang tak berwarna.
e.       Klor dan Argon
Walaupun memiliki beberapa oksida, klor tidak langsung bereaksi dengan oksigen. Argon juga tidak bereaksi dengan oksigen.
3.      Reaksi dengan Klor
a.       Natrium
Natrium terbakar dalam klor dengan nyala jingga menyala. Padatan NaCl akan terbentuk.
b.      Magnesium
Magnesium terbakar dengan nyala putih yang kuat menghasilkan magnesium klorida.
c.       Aluminium
Alumunium seringkali bereaksi dengan klor dengan melewatkan klor kering di atas alumunium foil yang dipanaskan sepanjang tabung. Alumunium terbakar dalam aliran klor menghasilkan alumunium klorida yang kuning sangat pucat. Alumunium klorida ini dapat menyublim (berubah dari padatan ke gas dan kembali lagi) dan terkumpul di bagian bawah tabung saat didinginkan.
d.      Silikon.
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.
e.       Fosfor
f.       Fosfor putih terbakar di dalam klor menghasilkan campuran dua klorida. Fosfor (III) klorida dan fosfor (V) klorida (fosfor triklorida dan fosfor pentaklorida). Fosfor (III) klorida adalah cairan tak berwarna yang berasap. Fosfor (V) klorida adalah padatan putih (hampir kuning).
g.      Sulfur
Jika aliran klor dilewatkan di atas sulfur yang dipanaskan, akan bereaksi menghasilkan cairan berwarna jingga dengan bau tak sedap, disulfur diklorida, S2Cl2.
h.      Klor dan Argon
Tidak bermanfaat bila kita membicarakan klor bereaksi dengan klor lagi dan argon tidak bereaksi dengan klor.
E.           Proses Pembuatan Unsur Periode 3
1.      Natrium
Dibuat dengan cara elektrolisis leburan NaCl
NaCl(l)Na+ + Cl
Katode : Na+ + e Na
Anode  : 2Cl  Cl2 + 2 e
Natrium dibuat dari elektrolisis lelehan natrium klorida (NaCl) yang dicampur dengan Kalsium Klorida
2.      Magnesium
Dibuat dengan cara elektrolisis lelehan MgCl2.
Dalam industri, magnesium dibuat dari air laut melalui tahap-tahap. Mula-mula air laut dicampur dengan kapur (CaO) sehingga magnesium mengendap sebagai magnesium hidroksida (Mg(OH)2).
CaO(s) + H2O(l) → 2Ca2+(aq) + 2OH-(aq)
Mg2+(aq) + 2OH-(aq) → Mg(OH)2(s)
Adapun CaO dibuat dari batu kapur atau kulit kerang melalui pemanasan.
CaCO3(s) → CaO(s) +CO2(g)
Endapan magnesium hidroksida yang terbentuk, disaring kemudian direaksikan dengan larutan asam klorida pekat.
Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) → MgCl2(aq) + 2H2O(l)
Selanjutnya, larutan diuapkan sehingga diperoleh kristal magnesium klorida (Mg Cl2). Kristal itu kemudian dicairkan dan dielektrolisis.
MgCl2(l) → Mg2+(l) + 2Cl-(l)
Katode: Mg2+(l) +2e → Mg(l)
Anode : 2Cl-(l) → Cl2(g) + 2e
3.      Aluminium
Dibuat dengan elektrolisis dari bauksit yang murni.
·         Al2O3 murni dicampur dengan Na3AIF (kriolit) untuk menurunkan titik leleh Al2O3 dan bertindak sebagai pelarut untuk pemurnian Al2O3(Proses Hall-Heroult)
·          Dalam proses elektrolisis dihasilkan aluminium di katode dan di anode terbentuk gas O2 dan CO2
Al2O3(l) → 2Al3+(l) + 3O2-(l)
Katode :  Al3+(l) + 3e → Al(l)
Anode :   2O2-(l) → O2(g) + 4 eC(s) + 2O2-(l) → CO2(g) + 4e



4.      Silikon
Silikon dibuat dari silika dengan kokas sebagai reduktor. Campuran silika dan kokas dipanaskan dalam suatu tanur listrik pada suhu sekitar 3.0000C.
SiO2(l) + C(s) → Si(l) + 2CO(g)
Silika (SiO2) merupakan senyawa yang banyak terdapat dimana-mana. Kristal murni silika biasa disebut kuarsa. Pasir, agata(akik), oniks, opal, ametis dan flint merupakan silika dengan bahan pengotor dalam jumlah sedikit.
5.      Fosfor
Dikenal dalam 2 bentuk alotropi, yaitu fosfor putih dan fosfor merah.
·         Fosfor putih diperoleh dengan proses Wohler (memanaskan campuran Ca3(PO4)2,SiO2 dan kokas pada suhu 1300oC pada tanur listrik
2Ca3(PO4)2(s)+6SiO2(s)+10C(s)→6CaSiO3(s)+10CO(g)+P4(g)
·         Fosfor merah diperoleh melalui pemanasan forfor putih
6.      BELERANG
Belerang diperoleh melalui cara frasch. Belerang dicairkan dengan mengalirkan air yang sangat panas melalui sebuah pipa. Air sangat panas merupakan campuran air dan uapnya pada tekanan 16 atm dan temperatur 1600C. Beerang cair dipaksa keluar dengan memompakan udara panas (20-25 atm).
Belerang juga dapat diperoleh dari desulfurisasi minyak bumi, yang bertujuan untuk mengurangi kadar belerang yang ada di dalam minyak bumi.
7.      KLOR
Dapat dibuat dengan elektrolisis leburan NaCl atau elektrolisis larutan NaCl dengan menggunakan diafragma.
8.      ARGON
Digunakan sebagai pengisi bola lampu listrik dalam pengelasan dan pencegahan perkaratan
F.           Aplikasi dari Unsur Periode Ketiga Dalam Kehidupan Sehari-hari
1.      Natrium (Na)
Manfaat :
Dipakai dalam pebuatan ester
·         NaCl digunakan oleh hampir semua makhluk
·         Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan
·         Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan
·         Isi dari lampu kabut dalam kendaraan bermotor
·         NaOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas
·         NaHCOdipakai sebagai pengembang kue
·         Memurnikan logam K, Rb, Cs
·         NaCO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah 


2.      Magnesium (Mg)
Manfaat :
·         Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen
·         Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum
·         Pemisah sulfur dari besi dan baja
·         Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan
·         Untuk membuat lampu kilat
·         Sebagai katalis reaksi organic
3.      Alumunium (Al)
Manfaat :
·         Banyak dipakai dalam industri pesawat
·         Untuk membuat konstruksi bangunan
·         Dipakai pada berbagai macam aloi
·         Untuk membuat magnet yang kuat
·         Tawas sebagai penjernih air
·         Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa
·         Membuat berbagai alat masak
·         Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz, dll 
4.      Silikon (Si)
Manfaat :
·         Dipaki dalam pembuatan kaca
·         Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor
·         Digunakan untuk membuat aloi be rsama alumunium, magnesium, dan tembaga
·         Untuk membuat enamel
·         Untuk membuat IC
5.      Fosforus (P)
Manfaat :
·         Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen
·         Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum
·         Pemisah sulfur dari besi dan baja
·         Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan
·         Untuk membuat lampu kilat
·         Sebagai katalis reaksi organik

6.      Sulfur (S)
Manfaat :
·         Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat
·         Digunakan dalam baterai
·         Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk
·         Digunakan pada korek dan kembang api
·         Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses
7.      Klorin (Cl)
Manfaat :
·         Dipakai pada proses pemurnian air
·         Cl2 dipakai pada disinfectan
·         KCl digunakan sebagai pupuk
·         ZnCl2 digunakan sebagai solder
·         NH4Cl digunakan sebagai  pengisi batere
·         Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas
·         Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum
·         Dipakai pada berbagai macam industri





8.      Argon (Ar)
Manfaat :
·         Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu
·         Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses lainnya
·         Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses
·         Untuk mendeteksi sumber air tanah
·         Dipakai dalam roda mobil mewah:

























BAB III
PENUTUP

A.          KESIMPULAN
Unsur periode ketiga yang ada dialam yaitu Natrium (Na), Magnesium (Mg), Aluminium (Al), Silikon (Si), Fosfor (P), Sulfur (S), Klorin (Cl) dan Argon (Ar) dan sifat unsur periode ketiga diantaranya sifat atomik juga sifat fisis serta dapat di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
B.           SARAN
Tidak menggunakan bahan kimia secara berlebih pada pembuatan makanan. Demikian makalah yang kami buat Semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan bagi pembaca khususnya kita semua.  kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran untuk meningkatkan kualitas makalah ini.



















DAFTAR PUSTAKA


SITUS WEB :
http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium
http://id.wikipedia.org/wiki/Magnesium
http://id.wikipedia.org/wiki/Alumunium
http://id.wikipedia.org/wiki/Silikon
http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur
http://id.wikipedia.org/wiki/Fosfor
http://id.wikipedia.org/wiki/Klor
http://id.wikipedia.org/wiki/Argon
http://simuzz.wordpress.com/kimia/unsur-unsur-periode-ketiga/

BUKU :
Sutresna, Nana. 2010. Belajar Kimia Secara Menarik. Bandung : Grafindo
Sunardi. 2009. Kimia Bilingual. Bandung : Yrama Widya
Sofyatiningrum, etty, dkk. 2007 . Sains Kimia. Jakarta : Bumi Aksara
Purba, Michael. 2007. Kimia. Jakarta : Erlangga
Harjani, Tati dkk. 2012. Sains Kimia.